BeritaDasar

Audit Internal Perkuat Budaya Mutu SD Muhammadiyah Pencongan

PENCONGAN – Komitmen meningkatkan kualitas pendidikan terus diperkuat oleh Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pencongan melalui penyelenggaraan Audit Internal SD Muhammadiyah 01 Pencongan pada Senin (29/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SD Muhammadiyah 01 Pencongan tersebut diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan yang berjumlah 19 orang sebagai bagian dari implementasi sistem penjaminan mutu pendidikan yang berkelanjutan.

Audit internal menjadi salah satu langkah strategis dalam memastikan seluruh program sekolah berjalan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan. Selain melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan, kegiatan ini juga bertujuan mengidentifikasi ketidaksesuaian yang masih ditemukan serta menyusun rekomendasi perbaikan sebagai dasar pengembangan sekolah pada masa mendatang.

Tim audit dari Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Pencongan melakukan penilaian secara menyeluruh terhadap sejumlah indikator, mulai dari administrasi sekolah, pelaksanaan pembelajaran, tata kelola kelembagaan, pengelolaan sumber daya manusia, hingga pelaksanaan program-program unggulan yang menjadi ciri khas SD Muhammadiyah 01 Pencongan. Proses audit berlangsung secara sistematis dengan mengedepankan prinsip objektivitas, transparansi, dan pembinaan sehingga hasil yang diperoleh dapat menjadi acuan dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan pendidikan, termasuk pemenuhan standar akreditasi. Audit internal dipandang sebagai instrumen evaluasi yang tidak hanya menilai capaian program, tetapi juga mendorong lahirnya budaya refleksi dan perbaikan berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Kepala SD Muhammadiyah 01 Pencongan, Moch. Hotimul Ihsan, S.Pd.I, mengatakan bahwa audit internal merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas penyelenggaraan pendidikan. Menurutnya, evaluasi yang dilakukan secara berkala akan membantu sekolah mengetahui sejauh mana program yang telah dirancang mampu dilaksanakan sesuai standar.

“Kegiatan Audit Internal ini kami selenggarakan untuk menilai kesesuaian program sekolah terhadap standar dan merumuskan perbaikan guna peningkatan mutu pendidikan. Kami berharap hasil audit ini menjadi bahan evaluasi yang konstruktif sehingga setiap program yang dijalankan dapat terus disempurnakan dan memberikan dampak positif bagi perkembangan peserta didik,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh guru dan tenaga kependidikan menyambut kegiatan tersebut dengan sikap terbuka. Menurutnya, budaya evaluasi harus dipahami sebagai sarana pembelajaran bersama, bukan sekadar proses pemeriksaan administrasi.

Secara tidak langsung, Hotimul Ihsan juga menegaskan bahwa keberhasilan sebuah sekolah tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik peserta didik, tetapi juga oleh konsistensi dalam membangun sistem manajemen yang tertata, profesional, dan mampu menjawab tuntutan perkembangan pendidikan.

Sementara itu, General Manajer (GM) Pendidikan Muhammadiyah Pencongan, H. Drs. Indrato, M.Si, menilai audit internal merupakan salah satu pilar utama dalam membangun budaya mutu di seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan dimaksudkan untuk mencari kelemahan sekolah, melainkan menjadi media pembinaan dan peningkatan kualitas secara berkelanjutan.

“Audit internal bukan bertujuan mencari kesalahan, melainkan memastikan seluruh program sekolah berjalan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan. Dari hasil audit inilah akan lahir berbagai rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti sebagai langkah perbaikan sehingga tata kelola sekolah semakin akuntabel, layanan pendidikan semakin berkualitas, dan kesiapan menghadapi akreditasi menjadi lebih optimal,” katanya.

Lebih lanjut, Indrato menuturkan bahwa peningkatan mutu pendidikan harus menjadi budaya kerja yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh satuan pendidikan Muhammadiyah. Menurutnya, setiap proses evaluasi akan memberikan data yang akurat sebagai dasar pengambilan keputusan dan penyusunan program pengembangan sekolah.

Ia juga menyampaikan bahwa Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Pencongan akan terus melakukan pendampingan terhadap seluruh sekolah Muhammadiyah di bawah naungannya agar mampu menerapkan sistem penjaminan mutu secara efektif. Dengan demikian, setiap sekolah diharapkan memiliki daya saing yang semakin baik tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam yang menjadi karakter utama pendidikan Muhammadiyah.

Selama pelaksanaan audit, para auditor dan peserta aktif berdiskusi mengenai berbagai temuan di lapangan. Beragam dokumen pendukung diverifikasi, disertai klarifikasi terhadap indikator yang dinilai. Suasana audit berlangsung komunikatif sehingga tidak hanya menghasilkan laporan evaluasi, tetapi juga menjadi forum berbagi pengalaman dan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi sekolah.

Semangat kolaboratif yang terbangun selama proses audit menunjukkan bahwa peningkatan mutu pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Seluruh guru dan tenaga kependidikan berkomitmen menindaklanjuti setiap rekomendasi yang dihasilkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan pelayanan kepada peserta didik.

Melalui audit internal ini, SD Muhammadiyah 01 Pencongan diharapkan mampu memperkuat sistem tata kelola sekolah yang profesional, meningkatkan akuntabilitas dalam pengelolaan program, serta mempercepat pencapaian standar mutu pendidikan yang lebih tinggi. Hasil audit juga akan menjadi pijakan dalam menyusun langkah-langkah strategis guna menghadapi proses akreditasi sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan pendidikan Muhammadiyah.

Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Pencongan kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya mutu di seluruh Amal Usaha Muhammadiyah bidang pendidikan. Sinergi antara majelis, pimpinan sekolah, guru, dan tenaga kependidikan diharapkan mampu melahirkan lembaga pendidikan yang unggul, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta konsisten mencetak generasi yang berprestasi, berakhlak mulia, dan berkarakter Islami.

Sumber : Moch. Hotimul Ihsan

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button